Congratulation for Anti Terror Operation of POLRI

imagesThank God on this holy month of Ramadan, Today 17/09, God willing, the radical movement has been disabled. One of the biggest terrorist masterminds, Noordin M Top, has been shot. The operation was a significan victory after nine-year hunt. For the success, LDII as a puritan Islamic organization want to says congratulation and proud of POLRI especially SATGASUS DENSUS 88.

Good Job, Bravo POLRI, Bravo Densus 88. Let’s continue to hunt down terrorist and ally for future Indonesian peacfully! Hidup NKRI, Merdeka!

LDII Galang Bantuan untuk Gempa Bumi Tasikmalaya

Tim Gerak Cepat Bantuan Kemanusiaan DPP LDII untuk Bencana Alam

Tim Gerak Cepat Bantuan Kemanusiaan DPP LDII untuk Bencana Alam

Menyusul terjadinya gempa bumi, Rabu (2/9) pukul 14.52 WIB tim relawan gerak cepat yang diturunkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) hari ini dengan beberapa rombongan dan 1 unit truk dari Jakarta menuju Bandung untuk menghimpun bantuan dan membawa tim kesehatan, obat-obatan, tenda, makanan dan minuman, serta berbagai macam perlengkapan lainnya langsung menuju lokasi gempa di Tasikmalaya Jawa Barat.

Seperti dilansir dibeberapa media, gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di barat daya Tasikmalaya ini telah memakan banyak korban jiwa dan materi. Menurut laporan Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban itu tersebar, yakni 10 orang di Kabupaten Cianjur, 10 orang di Kabupaten Garut, 2 orang di Kabupaten Sukabumi, 9 orang di Kabupaten Tasikmalaya, 8 orang di Kabupaten Bandung, 1 orang di Kabupaten Bandung Barat, 2 orang di Kabupaten Bogor dan 4 orang di Kabupaten Ciamis.

Data Pusdalops BNPB menyebutkan sebanyak 8.835 unit rumah rusak berat dan 10.106 unit rumah rusak ringan terdapat di 10 kabupaten/kota. Data kerusakan terbanyak terdapat di Kabupaten Ciamis sebanyak 5.085 unit rusak berat dan 6.211 unit rusak ringan.

Kita semua berdoa, semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Allohuma jurni fii musibati wa aflihli khoiruminha. Amiin. <Fjr/Ckr>

LDII Ucapkan Selamat Atas Presiden Terpilih

Selamat dan Sukses untuk Indonesia yang lebih baik

Selamat dan Sukses untuk Indonesia yang lebih baik

Keluarga Besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengucapkan “Selamat & Sukses kepada DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono dan Prof.DR.Boediono,M.Ec. yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2009-2014. Semoga Alloh Subhaanahu Wata’ala senantiasa memberikan petunjuk, rahmat, perlindungan dalam mengemban amanat rakyat”. (Hormat kami Pro.DR.Ir.KH.Abdullah Syam,M.Sc: Ketua Umum LDII). Materi ucapan selamat ini juga bisa dilihat di harian JURNAL NASIONAL, pada hari Rabu 2 September 2009 ini di halaman 3.

LDII; Let’s Unite to Against Terrorism

Terrorist Attack

Terrorist Attack

Jakarta – Indonesia │Wed, 2 Sept 2009│

LDII cannot tolerate all kind of terrorism activities because terrorism contrary to humanity and peaceful. The fact proven, all terrorist act are intended to killing of innocent people, create fear, chaos and violence. So many people suffered because of terrorist attack which affecting and destroyed so many aspects in life. The attack was carried out in such a way as to maximize the severity and length of the psychological impact. Each act of terrorism is a “performance” devised to have an impact on many large audiences. Terrorists also attack national symbols, to show power and to attempt to shake the foundation of the country or society they are opposed to. This may negatively affect a government, while increasing the prestige of the given terrorist organization and/or ideology behind a terrorist act

Nowadays, we have to aware not only terrorist themselves either there are some people with bad manner want to used these terrible phenomenon as a matter of provocation, issues about defamation other to another within citizenship causes divided and anarchy.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Indonesia Institute of Islamic Dawah) or LDII, is an independent social of moslem organization for study and research on Alqur’an and Alhadist, stated and encourage all civilian element to unite in order to against terrorism. We believe no religion whole in the world command people to hurt each other. So, Let’s unite to against terrorism.  <fjr/Ckrg>

Waspada Teroris, Ponpes LDII Perketat Pendaftaran

Menara Pondok Pesantren LDII Kediri - Jawa Timur

Menara Pondok Pesantren LDII Kediri - Jawa Timur

Kediri (ANTARA News) – Pondok Pesantren (Ponpes) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kediri, Jawa Timur, memperketat sistem pendaftaran santri asal Malaysia yang ikut program pesantren kilat selama bulan Ramadan.

“Setiap santri yang akan belajar di sini harus melengkapi diri dengan identitas diri dan surat-surat penting yang dikeluarkan pemerintah. Terlebih terhadap santri asal Malaysia, karena kami tidak ingin pondok ini disusupi teroris,” kata Pimpinan Ponpes LDII H Kuncoro kepada ANTARA di Kediri, Jumat.

Menurut dia, sekarang ada sembilan warga negara Malaysia yang tengah mengikuti program pesantren kilat selama bulan Ramadan di Ponpes LDII yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No 195, Kediri.

Dari sembilan warga negara Malaysia itu, enam diantaranya berjenis kelamin perempuan dan semuanya menetap di rumah sewa yang ada di sekitar lokasi pondok pesantren yang didirikan almarhum KH Nurhasan Al Ubaidah pada 1952 itu.

Kuncoro menjamin, semua santri asal Malaysia yang tengah mengikuti program pesantren Ramadan itu tidak terkait dengan jaringan terorisme di bawah komando Nurdin M Top yang sampai sekarang masih buron.

“Kami tidak segan-segan menolak calon santri yang kelengkapan identitas dirinya kurang. Meski dia penduduk sekitar sini, tapi kalau tidak memiliki KTP dan surat keterangan dari lurah, pasti kami tolak,” ujarnya menegaskan.

Demikian halnya bagi calon santri asal daerah lain, tidak akan bisa menimba ilmu di Ponpes LDII jika tidak membawa surat jalan dari pemerintah daerah asal calon santri yang bersangkutan.

“Dulu kami tidak seketat ini. Meski ada jaminan dari kenalan atau saudara yang mondok di sinipun, kalau tidak ada identitas dan surat-surat keterangan lainnya tidak akan kami terima,” kata Wakil Pimpinan Ponpes LDII H Ibrahim menimpali.

Kebijakan tersebut diambil, lantaran beberapa waktu lalu pondok pesantren yang dihuni sekitar 2.000 santri dari seluruh pelosok Tanah Air dan sebagian dari negara tetangga itu, menjadi incaran petugas intelijen karena diduga menjadi tempat persembunyian pelaku terorisme.

Meski pada akhirnya tidak terbukti, namun pimpinan Ponpes LDII melakukan tindakan preventif kalau-kalau memang ada diantara ribuan santrinya itu ada yang terlibat jaringan terorisme.

Sebelumnya, santri asal Malaysia yang “mondok” di Ponpes LDII jumlahnya mencapai belasan orang, namun belakangan ini tinggal sembilan orang saja.

“Selain dari Malaysia, dulu santri kami ada yang berasal dari Brunei dan Singapura. Sekarang ini hanya ada santri dari Malaysia yang ikut program kilatan,” papar Ibrahim menjelaskan.(*)

(Sumber: www.antara.co.id)

Selamat dan Sukses Rapimnas LDII 2009

Image and video hosting by TinyPic

SIKAP POLITIK LDII; NETRAL AKTIF

Prasetyo Sunaryo

Prasetyo Sunaryo

LDII JAKARTA │Selasa, 09 Juni 2009│

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menegaskan, secara organisasi mereka berposisi netral pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

“LDII sebagai lembaga tak terlibat dukung mendukung”, kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LDII Prasetyo Sunaryo di Jakarta, Selasa (9/6).

Oleh karena itu, lanjut Prasetyo, pihaknya tidak akan mengerahkan warga LDII untuk mendukung pasangan capres-cawapres tertentu.

Meski begitu seperti dilansir Antara, netralitas LDII bersifat aktif, artinya mereka siap memfasilitasi pasangan capres-cawapres untuk melakukan pendekatan ke warganya saat pilpres.

Oleh karena itu, kata Prasetyo, pihaknya mengundang pasangan capres-cawapres untuk hadir dan berdialog dengan peserta Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) LDII di Jakarta pada 10 – 11 Juni 2009.

“Agar konstituen bisa lebih mengenal”, kata Prasetyo seraya menjelaskan Rapimnas bakal diikuti 1.200 orang dari kepengurusan LDII di 33 provinsi, 38 kabupaten/ kota serta pimpinan pesantren LDII.

“Rapimnas nanti tidak digunakan untuk dukung-mendukung. Kita akan ajak pasangan capres-cawapres mengevaluasi 10 tahun berjalannya reformasi “, katanya.

Prasetyo mengatakan, sebagai organisasi kemasyarakatan, LDII merasa nyaman berada di luar arena politik praktis, karena sebagai ormas kita dalam posisi kontrol”, katanya.

Apalagi, saat ini anggota LDII yang secara pribadi terjun ke arena politik tersebar di banyak partai sehingga tidak mungkin untuk mendukung hanya kepada salah satu partai.

(sumber: www.tvone.co.id)

Presiden SBY Terima LDII di Istana

sby01

Presiden SBY menjabat tangan Ketua Umum LDII K.H. Abdullah Syam

ISTANA NEGARA │Selasa, 23 Juni 2009│

Hari Selasa (23/6) pagi di Kantor Kepresidenan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yang tanggal 10 s/d 12 Juni 2009 lalu menyelenggarakan Rapimnas. Kepada Presiden, pimpinan LDII melaporkan hasil-hasil Rapimnas, termasuk 11 butir pokok-pokok pikiran dan masukan kepada Presiden.

“Presiden SBY sempat membahas satu persatu 11 butir pikiran yang konstruktif dan kontributif terhadap perjalanan bangsa ini,” kata Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng. “Butir-butir pikiran itu, termasuk bagaimana LDII mengawal proses demokrasi dalam pemilihan presiden yang bisa memberi rahmat bagi masyarakat Indonesia tersebut sangat diapresiasi,” lanjutnya.

Ketua Umum LDII, K.H. Abdullah Syam, menyampaikan bahwa dalam AD/ART LDII tercantum Rapimnas. “Kita melihat ada satu dinamika dalam perubahan tiap lima tahun sekali dalam demokrasi, pemilihan presiden. Kita lihat ada sumber daya manusia, demokrasi, menyangkut kedaulatan Indonesia. Kami berupaya memberi kontribusi kepada penegakan demokrasi yang bermakna, ” jelas Abdullah.

“Ada lima lembaga pemerintah yang bisa hadir, para pakar yang berkaitan dengan lembaga dakwah dan dibuka Presiden yang diwakili Menteri Agama. Menkes juga hadir. Disitu kita mendapat bantuan 19 pos kesehatan, masing-masing senilai Rp. 19 juta, diresmikan di Bandar Lampung. Tiga puluh lainnya diusulkan untuk 2009,” ujar Abdullah. Jaksa Agung hadir dalam topik supremasi hukum, Kapolri hadir dalam peran ormas dan kamtibnas, dan Menkominfo hadir dalam pembahasan teknologi sebagai media dakwah,” terang Abdullah.

4436

Pimpinan LDII melaporkan hasil Rapimnas LDII 2009

Sebelas keputusan Rapimnas tersebut direspon satu-persatu oleh Presiden. “LDII sangat berterimakasih kepada Presiden SBY. Kami berharap hasil Rapimnas dapat memberikan penguatan. Ini kontribusi kita dalam Rapimnas, dan sudah direspon dengan baik, semoga bisa memberikan manfaat dan maslahat bagi bangsa,” Abdullah menjelaskan.

Presiden SBY, Menseneg dan Pimpinan DPP LDII berfoto bersama

Presiden SBY, Menseneg dan Pimpinan DPP LDII berfoto bersama

Saat menerima tamunya Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan Menkominfo M. Nuh. Sementara pengurus Dewan Pimpinan Pusat LDII yang diterima SBY antara lain, Ketua Umum K.H. Abdullah Syam, Dewan Penasehat K.H. Abdul Syukur, K.H. Mulyono, Shobar Wiganda, Kriswanto Santoso, dan Ratoyo Rasdan. (osa)

(sumber: www.presidensby.info)

Jusuf Kalla; Penutupan RAPIMNAS LDII 2009

Penutupan oleh JK

Wapres Drs HM Jusuf Kalla dalam penutupan RAPIMNAS LDII 2009

Indonesia Butuh Pemimpin Kuat dan Tidak otoriter

JAKARTA–MI │ Kamis, 11 Juni 2009 21:48 WIB │

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia butuh pemimpin yang kuat namun tidak otoriter agar bisa merdeka secara ekonomi. Wapres menilai Indonesia saat ini sudah tertinggal dari sejumlah negara di kawasan Asia.

“Karena itu kita harus lebih cepat mengelola bangsa ini melalui kemandirian bangsa,” katanya saat menutup Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Kamis (11/6).

Wapres menjelaskan pemimpin yang kuat harus mempunyai pengetahuan dan keimanan. “Sebab hanya mempunyai tapi tak memiliki keimanan bisa menjadi otoriter seperti Adolf Hitler,” ungkapnya.

Ia menjelaskan kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah tertinggal dibandingkan China, India, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Padahal Indonesia mempunyai sumber daya alam berlimpah ruah dibandingkan negara tersebut. “Kita hanya bisa bersaing dengan Vietnam. Ini akibat terlambat mengelola kekayaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Ia mencontohkan selama merdeka secara politik, baru dua kali Indonesia mengalami swasembada beras. Padahal lahan pertanian yang dimiliki sangat luas. “Karena itu kita harus bekerja keras dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mempertahankan itu,” tegasnya. (Che/OL-06)
Penulis : Emir Chairullah

(sumber: www.mediaindonesia.com)

Prabowo hadiri RAPIMNAS LDII 2009

Letjen Purn. Prabowo Subianto

Letjen Purn. Prabowo Subianto

RAPIMNAS LDII 2009 │ Rabu, 10/06/2009 13:12 WIB 

Jakarta – Setelah banting setir jadi pengusaha, Prabowo Subianto menemukan banyak praktek kotor di lapangan. Banyak pengusaha yang menyogok pejabat dan menyusun taktik supaya nilai anggaran dapat membesar.

“Seperti ada yang tidak tercantum dalam buku pelajaran ekonomi. Bagaimana menyogok pejabat, me-mark up anggaran, sampai ada pengusaha yang bilang, apa sih yang tidak bisa saya beli,” ujar Prabowo saat berbicara dalam Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (10/6/2009).

Cawapres Megawati Soekarnoputri ini telah malang melintang di dunia bisnis selama 11 tahun. Namun dia tetap merasa kesulitan menjalankan usahanya karena banyaknya praktek seperti itu.

Prabowo juga kembali menceritakan kenapa dirinya bisa kecemplung di dunia bisnis. Hal tersebut dipilih karena dia gagal menjadi Panglima TNI.

“Awalnya dari dulu cita-cita saya jadi panglima, jadi jenderal bintang 4. Tetapi ternyata Tuhan memberikan saya bintang tiga. Alhamdullilah,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kondisi ekonomi saat itu sangat sulit. Dengan pangkat terakhir letnan jenderal, Prabowo hanya mendapat uang pensiun sebesar Rp 900 ribu.

“Alhamdullilah, sekarang sudah jadi Rp 1,4 juta,” katanya.

Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, merasa iba dengan dirinya. Prabowo pun diajak untuk belajar berbisnis. “Kamu ikut saya. Belajar sama saya,” ujar Prabowo menirukan ucapan Hashim.

(sumber: pemilu.detiknews.com)