MUI dan KEMENAG Kab Jombang Adakan Pelatihan Dakwah

Jombang (11/03/2013) – Pondok Pesantren Gadingmangu bekerjasama dengan MUI dan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang mengadakan Pelatihan Dakwah bagi para santriwan dan santriwati yang tengah menimba ilmu di pondok pesantren tersebut. Pelatihan dakwah yang berlangsung 11 Maret 2013 ini diisi oleh para pemateri dari MUI, Kemenag dan DPD LDII Kab Jombang.

(Kontributor: Fajar Ibnu)

Iklan

Waspada Teroris, Ponpes LDII Perketat Pendaftaran

Menara Pondok Pesantren LDII Kediri - Jawa Timur

Menara Pondok Pesantren LDII Kediri - Jawa Timur

Kediri (ANTARA News) – Pondok Pesantren (Ponpes) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kediri, Jawa Timur, memperketat sistem pendaftaran santri asal Malaysia yang ikut program pesantren kilat selama bulan Ramadan.

“Setiap santri yang akan belajar di sini harus melengkapi diri dengan identitas diri dan surat-surat penting yang dikeluarkan pemerintah. Terlebih terhadap santri asal Malaysia, karena kami tidak ingin pondok ini disusupi teroris,” kata Pimpinan Ponpes LDII H Kuncoro kepada ANTARA di Kediri, Jumat.

Menurut dia, sekarang ada sembilan warga negara Malaysia yang tengah mengikuti program pesantren kilat selama bulan Ramadan di Ponpes LDII yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No 195, Kediri.

Dari sembilan warga negara Malaysia itu, enam diantaranya berjenis kelamin perempuan dan semuanya menetap di rumah sewa yang ada di sekitar lokasi pondok pesantren yang didirikan almarhum KH Nurhasan Al Ubaidah pada 1952 itu.

Kuncoro menjamin, semua santri asal Malaysia yang tengah mengikuti program pesantren Ramadan itu tidak terkait dengan jaringan terorisme di bawah komando Nurdin M Top yang sampai sekarang masih buron.

“Kami tidak segan-segan menolak calon santri yang kelengkapan identitas dirinya kurang. Meski dia penduduk sekitar sini, tapi kalau tidak memiliki KTP dan surat keterangan dari lurah, pasti kami tolak,” ujarnya menegaskan.

Demikian halnya bagi calon santri asal daerah lain, tidak akan bisa menimba ilmu di Ponpes LDII jika tidak membawa surat jalan dari pemerintah daerah asal calon santri yang bersangkutan.

“Dulu kami tidak seketat ini. Meski ada jaminan dari kenalan atau saudara yang mondok di sinipun, kalau tidak ada identitas dan surat-surat keterangan lainnya tidak akan kami terima,” kata Wakil Pimpinan Ponpes LDII H Ibrahim menimpali.

Kebijakan tersebut diambil, lantaran beberapa waktu lalu pondok pesantren yang dihuni sekitar 2.000 santri dari seluruh pelosok Tanah Air dan sebagian dari negara tetangga itu, menjadi incaran petugas intelijen karena diduga menjadi tempat persembunyian pelaku terorisme.

Meski pada akhirnya tidak terbukti, namun pimpinan Ponpes LDII melakukan tindakan preventif kalau-kalau memang ada diantara ribuan santrinya itu ada yang terlibat jaringan terorisme.

Sebelumnya, santri asal Malaysia yang “mondok” di Ponpes LDII jumlahnya mencapai belasan orang, namun belakangan ini tinggal sembilan orang saja.

“Selain dari Malaysia, dulu santri kami ada yang berasal dari Brunei dan Singapura. Sekarang ini hanya ada santri dari Malaysia yang ikut program kilatan,” papar Ibrahim menjelaskan.(*)

(Sumber: www.antara.co.id)

Jusuf Kalla Mewakilkan Kehadirannya Dalam Pesantren Kilat Sunan Nasai Juz 7

Nasai

LDII Jatibening.      Wakil Presiden H.Jusuf Kalla yang diwakili Halim Kalla menutup Pesantren Kilat Hadits Sunan Nasa’i Juz 7 pada hari minggu 31 Mei 2009 yang baru lalu di Pondok Pesantren Syairullah Jl. Melati 1C Jatibening Baru, Pondok Gede Bekasi Barat.

 

Dalam kesempatan tersebut atas nama Jusuf Kalla, Halim Kalla menyampaikan permohonan maaf Bapak Wapres tidak berkenaan hadir karena pada waktu bersamaan harus menghadiri acara lain, lebih lanjut disampaikan,

 

“…saya berharap apa yang sudah dipelajari bisa bermakna dalam kehidupan dan kesejahteraan untuk kehidupan yang lebih baik, Insya Allah dilain kesempatan beliau (Bapak JK) dapat bersilaturrahim dengan para santriwan-santriwati Ponpes Syairullah ini, kan Lebih Cepat Lebih Baik… ha..ha.” demikian Halim menambahkan.

 

Sebanyak 2500 peserta yang berasal dari sekitaran Jabotabek hadir memeriahkan Pesantren Kilat ini selama seminggu penuh mulai 23 Mei lalu. Mereka selalu terlihat semangat dan antusias dalam menyerap materi hadits yang disampaikan oleh Ustadz H Zainal Muchid.

 

Pesantren Kilat ini diikuti pula secara On Line oleh mereka yang jauh dengan memanfaatkan teknologi internet yang ada sekarang, beberapa peserta on line dari dalam negeri diantaranya dari Surabaya, Kediri, Garut, Bandung, Jakarta dan Bekasi. Sedangkan dari luar negeri diantaranya ada yang dari Scotlandia, California-US, Maine-US, Bermuda Island, Tsukuba-Japan, Nagoya-Japan, Hongkong dan Qatar.

 

Pondok Pesantren yang telah berdiri sejak 14 Juli 2002 dan saat ini memiliki 154 santri ini adalah hasil swadaya murni warga LDII yang dikelola oleh Yayasan Syairullah. Sejak masa didirikannya Ponpes ini telah banyak mencetak ustadz-ustadzah/ mubaligh-mubalighat yang sudah tersebar keseluruh nusantara dalam rangka dakwah dan pembinaan pendidikan agama Islam di Indonesia.

 

< Fajar/BksT/Serang/K1>