Lintas Media

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Siti Fadilah Supari, Kamis (4-6), meresmikan sembilan pos kesehatan pondok pesantren (poskestren) yang dikelola Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Ponpes Nurul Huda, Desa Serbajadi, Natar.

Poskestren yang baru diresmikan itu diharapkan dapat berperan dalam menjaga kesehatan para santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren (Ponpes).

Peresmian kemarin juga dihadiri Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung Hanafi Sirajuddin; Kakanwil Depag Lampung Sya’roni Ma’shum; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Wiwiek Eka Meini; Bupati Lampung Selatan Wendi Melfa; dan ratusan tamu undangan serta santri ponpes.

Menkes juga berharap pos kesehatan ini dapat menjaga kesehatan para santri sehingga ilmu yang diberikan pengajar di ponpes dapat terserap secara maksimal tanpa terhambat penyakit.

Selain itu, Menkes mengatakan kalau poskestren ini tidak hanya melayani santri atau pengajar di Ponpes Nurul Huda. “Masyarakat di sekitar ponpes juga dapat menikmati pelayanan poskestren,” kata dia.

Selain meresmikan Ponpes Nurul Huda, Menkes juga menandatangani prasasti tanda diresmikannya Poskestren El-Musawwa, Serang; Nurul Aini Jakarta Selatan; Baitul Amal Bandung; Nurul Iman Bogor; Al-Kautsar Cirebon; Al Hidayah Kalimantan Selatan; Nurul Islam Samarinda; dan Roudlotul Jannah Makasar.

Tahun ini Menkes juga akan memberikan bantuan kepada 63 ponpes yang dikelola LDII. “Semua yang hadir di sini berdoa supaya Pak SBY menang lagi, agar lebih banyak poskestren yang kami bangun,” kata Menkes.

Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengatakan kalau Program Poskestren mendapat bantuan langsung dari pemerintah sebesar Rp56 juta. “Dana ini merupakan uang rakyat yang wajib dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Jadi dana bantuan ini harus dimanfaatkan dan direalisasikan sesuai kebutuhan,” kata Abdullah. n MG3/K-2.

(sumber, www.lampungpost.com)

 


Menara Asma'ul Husna Pondok LDII Kediri

Menara Asma’ul Husna Pondok LDII Kediri

 Wakil Presiden Jusif Kalla Meresmikan Asma'ul Husna

Wakil Presiden Jusif Kalla Meresmikan Asma’ul Husna

JK Meresmikan Mesjid dan Menara Pondok LDII Kediri

INILAH.COM, Kediri – Jusuf Kalla melakukan silaturahmi ke ulama Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII). Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, JK meminta dukungan para ulama untuk Pemilu dan Pilpres 2009.

“Di LDII ini serasa rumah sendiri. Untuk itu saya sebagai Ketua Uumum Partai Golkar dan Wapres meminta dukungan bapak-bapak pimpinan Pondok Pesantren Burengan dan pengurus DPP LDII dalam pemilu dan pilpres mendatang,” Kata JK saat meresmikan masjid dan menara pondok pesantren LDII Burengan, Kedir, Jatim, Jumat (23/1).

Lebih lanjut JK mengaku optimis bahwa pemilu April mendatang akan berjalan lancar dan sukses. Selain itu, JK juga meminta para kiai dan pengasuh pondok pesantren untuk juga memberikan pendidikan bahwa Islam di Indonesia cukup moderat sehingga mampu memersatukan bangsa.

Pondok pesantren, katanya, merupakan pusat pendidikan yang dapat memajukan bangsa termasuk pendidikan politik. JK juga menjelaskan Islam di Indonesia dianut oleh berbagai suku dan bisa bersatu sehingga bisa sangat moderat.

JK kemudian memberikan perbandingan dengan apa yang terjadi di wilayah Timur Tengah yang dipisahkan oleh berbagai bangsa sehingga menjadi tidak akur.

“Kalau padi itukan memang awalnya hijau tapi lama kelamaan jika sudah berisi ya kuning juga, begitu pula rakyat ini,” kata JK yang disambut tepuk tangan.

Sementara itu menanggapi permintaan Wapres itu , Dewan Penasehat DPP LDII Kyai Haji Kasmudi mendoakan agar Wapres dapat perlindungan Allah dan maju dalam pemilu dan pilpres.

“Ya, Allah berikanlah Bapak Yusuf JK bisa meanjutkan kepemimpinan nasional,” doa KH Kasmudi.

KH Kasmudi juga meminta pemimpin Indonesia untuk tetap menjaga amanah yang diberikan rakyat. Pemimpin yang baik, tambahnya harus mampu menjaga amanat yang diserahkan rakyat kepadanya.

Dalam kesempatan itu, KH Kasmudi atas nama warga dan pengurus besar LDII mengucapkan terima kasih kepada Wapres yg telah hadir memberikan pembekalan kepada para santri Ponpes Burengan dan meresmikan menara agung setinggi 100 meter dengan kubah yang dilapisi emas murni. [*/ana]

( sumber www.inilah.com )

LDII Hijaukan Teluk Betung Barat

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Telukbetung Barat mengadakan penghijauan di sepanjang pinggir Jalan Banten dan Jalan Indra Kesuma Yudha, Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Barat.

Sekretaris DPD LDII Kota Bandar Lampung Ikwan Fauzi mengatakan kegiatan penghijauan ini termasuk rencana kerja tahunan DPD LDII Kota Bandar Lampung dalam peningkatan peran serta sosial kemasyarakatan. Menurut Iwan, panggilan akrab pak haji yang masih muda ini, kegiatan ini sebagai amal saleh warga LDII untuk mengurangi pemanasan global sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Gerakan Sejuta Pohon.

“Kegiatan ini juga menjadi amal jariah karena bisa bermanfaaat bagi orang banyak dan bisa berguna dalam jangka panjang,” kata Iwan dalam rilisnya kepada Lampung Post, Minggu (18-1).

Ketua Pimpinan Cabang LDII Telukbetung Barat Ustaz Sugiarto menambahkan sebanyak 2.000 pohon dan 100 warga LDII dan masyarakat Sukamaju dan Bakung terlibat dalam kegiatan ini.

“Inilah kerja sama yang baik yang perlu ditingkatkan di masa mendatang,” kata Sugiarto.

Camat Telukbetung Barat M. Zein menyambut baik kegiatan LDII itu yang menurutnya sebagai bukti sinergi yang baik pemerintah dengan masyarakat. M. Zein juga mendukung kegiatan ini dengan menyediakan bibitnya dan teman-teman LDII sebagai pelaksananya.

“Kami bersemangat dengan ajakan kerja sama dari LDII karena selama berhubungan dengan LDII di manapun LDII selalu baik dan mendukung penuh program pemerintah. Jadi, jika ada yang beropini LDII itu eksklusif, berarti belum berpikiran maju. Lihat secara menyeluruh, jangan sebagian,” kata dia. n RLS/K-2

(Sumber Lampung Post)

 


Tahun Baru 2009 Remaja LDII Adakan Kegiatan Positif

Santri Remaja PC-LDII Rancasari Ikuti Pembinaan Bahaya Narkoba

Bandung, Pelita
Ada sekitar 200 orang anak santri putra/putri remaja yang masih dibawah pembinaan Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC-LDII) Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, mendapat pembinaan dari Polresta Bandung Timur.
Kegiatan pembinaan atau penyuluhan, yang berkaitan dengan tentang bahaya narkoba tersebut, diselenggarakan pada malam pergantian tahun Rabu (31/12), bertempat di Masjid Baitul Mustajab Kelurahan Cipamokolan Kecamatan Rancasari Bandung.
Dalam kegiatan penyuluhan tentang obat-obat terlarang tersebut selain dihadiri oleh sejumlah para remaja dan beberapa orang anggota Kepolisisan dari Polres Bandung Timur, juga tampak hadir para Ketua DKM, pengurus DPD LDII Kota Bandung, Sunarya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Rancasari, Ustaz Taufik Rahman, serta Lurah Cipamokolan.
Kepada Pelita, Corry, salah seorang anggota Kepolisian dari Kabag Mitra, Polres Bandung Timur, mengatakan, kegiatan penyuluh an tentang arti dari bahayanya narkoba tersebut hanya merupakan bagian dari bagi-bagi pengalamam saja. Jadi intinya kita semua harus tahu apa sih narkoba. Kenapa narkoba disalah gunakan. Semua ini, sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan pelayanan kepada masyaraka, katanya.
Dikatakan Corry, pada tahun 2008 angka pemakai atau penyalah gunaan narkoba di Kota Bandung hampir mencapai puluhan ribu. Dari kasu-kasus tersebut masih banyak terdapat anak-anak remaja sekolah yang menjadi korban ketergantungan obat-obatan yang mematikan itu. Oleh karena itu, kegiatan yang diselenggarakan para remaja PC LDII Rancasari ini, suatu kegiatan yang sangat positif.
Karena dimalam pergantian tahun ini, biasa kebanyakan anak remaja sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersipat glamour atau hura-hura dijanan. Bahkan sering kita dengar akibat dari semua itu, para remaja banyak yang mengalami kecelakaan. Namun, sebaliknya, para remaja LDII justru malam tahun baruannya dilaksanakan di Masjid, ini suatu hal yang sangat positif, kata Corry.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Rancasari, Kota Bandung Ustazd Taufik Rahmana, menilai kegiatan yang dilakukan oleh remaja santri LDII Rancasari, merupakan suatu dorongan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan dikalangan remaja. Kegiatan ini harus kita apresiasi.
Menurut, Ustaz Taufik, dalam memperingati tahun baru Islam 1430 Hijriah dan menyambut tahun baru masehi 2009, ada tiga hal semangat yang harus kita bangun. Pertama kita harus memperbaiki akidah ditengah-tengah hiruk pikuknya penyimpangan akidah.
Kedua kita harus sering melakukan pembinaan-pembinaan sariat Islam yang selama ini banyak diacak-acak oleh pemikir-pemikir yang mengatasnamakan golongan tertentu yang se-olah-olah merupakan pembenaran yang merujuk kepada filsafat ilmu. Dan yang ketiga adalah pembenahan dari sisi moral, ahlak umat yang sudah banyak melenceng dari nilai-nilai akidah islam. Yah, contohnya itu tadi penyalahgunaan obat-obat terlarang, ungkap Taufik.
Sementara, anggota DPD LDII Kota Bandung, yang juga selaku Pembina di PC LDII Kecamatan Rancasari, mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh para remaja LDII Rancasari merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan. Allhamdulilah, setiap menjelang tahun baru kami selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan dan sosial.
Muda-mudahan melalui media seperti ini, remaja kami semakin dewasa dan dapat menumbuhkembangakan, ajaran-ajaran yang berkaitan dengan ahlak dan akidah. Oleh karena itu, kami sebagai orangtua sangat mendukung apa-apa yang akan dilaksanakan oleh para remaja, tegas Sunarya. (ck-04)

(Sumber Harian Umum PELITA)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429H

Idul Fitri 1 Syawal 1429H

Idul Fitri 1 Syawal 1429H

Ribuan spanduk berisi ucapan selamat hari raya dipasang di berbagai penjuru Indonesia. Termasuk diantaranya adalah spanduk dari LDII baik di tingkat DPP, DPD, PC dan PAC sebagai wujud kesyukuran atas kemenangan yang diraih bersama setelah berhasil menyelesaikan ibadah puasa di bulan ramadhan.

Warga LDII mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H. Taqabbalallahu Minna Waminkum. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

LDII Gelar Telekonferensi Tiga Kota

Selasa, 23-09-2008

Makassar, Tribun – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar telekonferensi di tiga kota di Indonesia secara langsung. Telekonferesi di Makassar ini diselenggarakan dari Masjid Nurul Huda, Bontoduri, Makassar, Minggu (21/9) malam.

Tiga kota tersebut adalah Makassar, Bali, dan Jakarta. Di Bali telekonferensi itu digelar langsung di Gedung Serba Guna LDII Bali Panen Griya sedangkan di Jakarta dilaksanakan di Masjid Al Bina di Senayan.
Dalam kegiatan ini hadir sebagai pembicara Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Said Agil. Ini merupakan rangkaian kegiatan itikaf yang selalu dilakukan LDII di setiap 10 malam terakhir Ramadan.

Menurut Ketua LDII Sulawesi Selatan, Hidayat Nahwi Rasul, di malam terakhir Ramadan digelar pula pembacaan Hadis sebanyak tiga kali.

“Acara telekonferensi ini merupakan salah satu kepedulian kami dalam peningkatan kualitas umat dalam pengembangan penggunaan ICT (information communication technology),” ucap Hidayat. Selain itu, penggunaan ICT juga mempermudah penyebaran dakwah.

Kepala Regional Indosat Kawasan Indonesia Timur, Fajar Oetomo juga hadir untuk memberikan dukungan telekonferen yang menggunakan satelit dari Satelindo dengan High Speed data.

Menurut Fajar, saat ini Indosat tengah mempersiapkan peluncuran program 4G yang rencananya akan digelar pada semester satu 2009.

Selain menggelar kegiatan telekonferen yang berisi dakwah, LDII juga melaksanakan kajian- kajian islam dan kegiatan amaliah lainnya berupa bakti sosial.

( sumber dari www.tribun-timur.com )

18-09-2008 16:50 WIB

Lembaga Zakat Harus Terpercaya

BOGOR – Ketua Umum LDII Prof DR Ir KH Abdullah Syam menyatakan kepercayaan di Indonesia mengalami degradasi. Itu menyusul banyaknya komentar miring mengenai Badan Amil Zakat yang ditengarai tidak transparan.

Lembaga atau badan penyantun zakat harus jadi bos dari amanah yang diterimanya baik dari masyarakat ataupun dari perusahaan. “Lembaga zakat itu harus mau mengeluarkan uang lebih bukan justru mengempit,” ujarnya.

Artinya, sambung dia, apapun namanya lembaga zakat harus menjunjung tinggi kepercayaan. Rasa kepercayaan inilah yang saat ini kata dia, mulai terkikis dan mengalami penurunan.

Ia mengilustrasikan, santunan BLT yang dikeluarkan pemerintah untuk masyarakat miskin selalu menuai protes dan kontroversi. Alasan klasiknya, ada kecurangan dari mulai jumlah yang dikurangi hingga pendataan yang mengada-ada. Dampaknya aksi protes terjadi dimana-mana. “Trus ini yang sekarang jadi masalah,” tambahnya.

Kepercayaan inilah yang kemudian menyulut banyak pihak menyalurkan zakatnya sendiri-sendiri. Menurutnya, memberikan zakat adalah hak masing-masing dengan penyaluran yang beragam. “Melalui lembaga atau tidak itu hanya pilihan untuk menyalurkan zakat,” katanya.

Padahal, secara teori zakat di Indoensia mampu mengentaskan kemiskinan yag sekarang jadi isu yang tidak habis-habis dibicarakan banyak pihak, mengingat negara Indonesia yang kaya raya.

Kendati demikian, Syam percaya praktik-praktik itu tidak banyak dilakukan. Memang, sambungnya, idealnya, zakat disantunkan dari pintu ke pintu.  Yaitu dengan mendatangi langsung keluarga yang memang fakir dan miskis atau mereka yang mustahiq zakat. Supaya tepat sasaran dan tidak bocor. (dra)

(sumber www.radar-bogor.co.id)

Wapres : Pesantren Harus Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak para pengelola pondok pesantren untuk memberikan pendidikan wawasan kebangsaan agar dapat menjadi tumpuan Indonesia di masa mendatang.

Pernyataan Wapres Kalla tersebut disampaikan saat meresmikan Pondok Pesantren Budi Oetomo di Solo Jawa Tengah, Sabtu sebagaimana diungkapkan oleh Humas LDII, Joko Hariyanto, di Jakarta, Minggu.

Pondok Pesantren Budi Oetomo tersebut merupakan milik Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Kehadiran Wapres kebasis LDII di Solo tersebut merupakan yang pertama kalinya.

“Kita ketahui cinta tanah air merupakan sebagian dari iman. Tentu menggabungkan ide pesantren dengan kebangsaan adalah suatu pikiran untuk mendekatkan anak-anak kita bahwa disamping mencintai agama, mencintai kyai juga mencintai tanah air,” kata Wapres.

Wapres menilai jika ada alumni pesantren yang ditangkap karena masalah berat, maka hal itu bukan merupakan kesalahan pendidikan yang ada di pesantren, melainkan adanya pembelokan tujuan.

“Karena itu kita tidak pernah mendengar adanya tawuran antar santri pesantren dan sebagainya. Bahwa ada alumni pesantren yang ditangkap karena perkara berat itu bukan hasil pendidikan pesantren. Tentu itu hasil pendidikan yang berbelok dari tujuan pendidikan pesantren,” tegas Wapres dengan bersemangat.

Pemerintah, tambah Wapres tidak akan membedakan sekolah negeri dengan swasta seperti madrasah. Oleh karena itu, tambahnya, Ponpes Budi Oetomo LDII ini diharapkan memberikan bekal keterampilan pada santrinya agar bisa mandiri ketika terjun di masyarakat.

Wapres menyampaikan kegembiraannya ponpes Budi Oetomo LDII telah mampu menggabungkan nilai budaya dengan nilai-nilai agama. Hal itu, tambah Wapres terlihat dari berbagai laporan masyarakat yang menyebutkan alumni ponpes ini mempunyai akhlakul kharimah ketika sudah terjun di masyarakat.

Dalam kesempatan itu Wapres memberikan sumbangan untuk penyelesaiaan pembangunan mesjid serta pengembangan ponpes Budi Oetomo LDII.

Sementara pimpinan ponpes Budi Oetomo LDII KH M Thoyyibun mengungkapkan ponpesnya telah menghasilkan hampir 1.000 orang mubaligh dan telah bertugas di berbagai pelosok nusantara. Bahkan beberapa diantaranya berada di mancanegara.

“Pondok sebagai soko guru pendidikan moral bangsa harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” kata KH Thoyyibun.

Kehadiran Wapres Kalla di ponpes Budi Oetomo LDII Solo tersebut disambut ribuan warga. Wapres juga menyempatkan diri melakukan sholat Mahgrib berjamaah bersama ribuan santri dan warga LDII.(*)

(disunting dari www.antara.co.id)

Sediakan 2500 Paket Sembako

H R Mambang Mit yang merupakan calon wakil gubernur mendampingi calon gubernur HM Rusli Zainal SE MP (RZ-MM) Selasa (10/9) membuka secara resmi pasar murah yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu di Kecamatan Senapelan Pekanbaru. Dalam pasar murah ini disediakan 2500 paket sembako.
Pasar murah yang dipusatkan di Lapangan Bukit Senapelan Pekanbaru ini, dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi pasangan RZ-MM untuk memberikan keringanan beban masyarakat miskin dalam menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.
Sekitar 3000 masyarakat kecamatan Senapelan dan sekitarnya tumpah ruah untuk mendapatkan paket sembako yang dijual dibawah harga pasaran. Beberapa warga ketika ditemui sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pasnagan RZ-MM yang telah peduli terhadap masyarakat kurang mampu.
”Kami menyadari bahwa memang selama ini pasangan RZ-MM telah berbuat untuk masyarakat. Jadi meskipun ada beberapa orang yang berusaha mempengaruhi kami, dengan menyebutkan isu-isu yang tidak benar, namun kami tetap percaya dengan pasangan RZ-MM,”kata Sumarniah (36) warga Kampung Dalam Pekanbaru.
Sementara itu sebelum menyerahkan secara simbolis paket sembako, Mambang Mit dalam orasinya diatas pentas mengatakan, pasangan RZ-MM tetap akan melanjutkan program pembangunan yang telah berhasil sejak selama lima tahun belakangan.
Menjawab tentang adanya upaya untuk menyebarkan isu tidak baik terhadap pasangan RZ-MM, Mambang Mit mengharapkan agar pihak-pihak tertentu bersaing secara sehat. Apalagi saat ini bulan suci ramadhan. ”Sebaiknya kita berbuat baik ajalah dibulan suci ini, jangan berbuat yang tidak-tidak,”sebutnya.

Setelah menyelesaikan pemberian sembako, Mambang Mit melanjutkan kegiatan buka puasa di Masjid LDII Jalan Harapan Raya. Sedangkan untuk tarwih Mambang Mit dan rombongan melaksanakanya di Masjid Baiturahman Jalan Sigunggung. Sudaryanto

(disunting dari sumber www.bangrusli.net)

 

IKMR, PKDP dan Pujakesuma Dukung RZ-MM

Sabtu, 13 September 2008

Panen dukungan terus didapat pasangan RZ-MM. Sejumlah organisasi massa kesukuan, seperti IKMR, PKDP dan Pujakesuma nyatakan siap menangkap RZ-MM.
SIAK – Pasangan calon Gubernur Riau dan wakil Gubernur HM Rusli Zainal dan HR Mambang Mit (RZ-MM) terus menuai dukungan dari masyarakat. Saat berkampanye di Dumai dan Siak, RZ mendapat dukungan resmi dari Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Dumai, Perhimpunan Keluarga Daerah Pariaman kota Dumai dan Perhimpunan Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Siak. Saat berkampanye di Dumai, 10/9 lalu dua paguyuban keluarga Minang yakni PKDP Dumai dan IKMR Dumai secara khusus membuat pernyataan dukungan kepada Rusli Zainal.

Ketua KKNP-PKDP Kota Dumai, Rinaldi Palamin, SE menyatakan Rusli Zainal merupakan sosok pemimpin yang bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, Ia menilai komitmen Rusli terhadap pembangunan di Riau tidak diragukan lagi, hal itu terlihat dari program pembangunan yang sudah berjalan dan bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin bersama-sama membangun negeri ini dan membina tali persaudaraan yang berkekalan menuju Riau yang cemerlang, gemilang dan terbilang di bawah NKRI. Karena itu, beberapa hari lalu kami, ninik mamak, Badan pengurus harian, Ketua Area, Bundo Kandung, Pemuda KKNP dan simpatisan telah mengadakan musyawarah dan menentukan sikap kebulatan tekad untuk mendukung sepenuhnya Bapak HM Rusli Zainal untuk menjadi gubernur periode 2008-2013 mendatang,”tegas Rinaldi kepada wartawan di Dumai, Rabu (10/9).

Hal senada juga datang dari IKMR kota Dumai. Ketua IKMR Kota Dumai, H. Baharuddin yang secara khusus bertemu RZ mengungkapkan, pihaknya siap menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 22 September mendatang. Karena itu ia menghimbau kepada seluruh keluarga besar masyarakat Minang terutama yang berada di kota Dumai agar ikut menyukseskan proses pilkada di Riau.

“Kami IKMR Dumai telah mengadakan musyawarah dan menentukan sikap kebulatan tekad untuk mendukung sepenuhnya Bapak HM Rusli Zainal untuk menjadi gubernur periode 2008-2013 mendatang,” tegas Baharuddin kepada wartawan saat acara silaturrahmi dengan Rusli Zainal di Dumai, Kamis (11/9).

Dalam kesempatan yang sama penasehat IKMR Dumai, H. Abu Bakar juga menambahkan komitmen dan kebulatan tekad IKMR Dumai mendukung pasangan RZ-MM untuk memimpin Riau lima tahun mendatang bukannya tidak beralasan. Menurutnya RZ adalah pemimpin yang mampu menampung aspirasi seluruh masyarakat. “Selain sudah terbukti berhasil membangun Riau, dia juga seorang pemimpin cerdas, ramah dan merakyat,”jelas Abu Bakar.

Sementara itu saat berkampanye di Kabupaten Siak, RZ mendapat dukungan dari Pujakesuma, Masyarakat Nias, Organisasi Majlis Da’wah Islamiyah, LDII kecamatan Siak. Mereka menilai kepemimpinan Rusli Zainal selama lima tahun lalu sudah terbukti mampu memajukan Riau dalam berbagai bidang, misalnya pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan.

“Kami sudah melihat bukti kepemimpinan bapak Rusli Zainal dalam memimpin Riau ini. Karena itu, kami tidak meragukannya lagi. Bapak Rusli bukan lagi memberi janji-janji akan tetapi dia sudah berbuat dan membuktikan pembangunan di Riau ini,”kata Anto salah seorang koordinator Pujakesuma dalam kampanye dialogis di GOR Perawang, Jum’at (12/9). Sudaryanto

(disunting dari sumber www.bangrusli.net)

LDII Rancasari Bandung dalam Paradigma Baru

Bandung, Pelita
Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1429 H Tahun 2008, Pimpinan Cabang Lembaga Da`wah Islam Indonesia (PC-LDII) Kecamatan Rancasari Kota Bandung, telah mengadakan pengajian umum. Kegiatan pengajian yang dilaksanakan Jumat malam 29/8, bertempat di Masjid Al-Mustajab Jalan Raya Riung Bandung, upaya untuk meningkatkan ukhuwah antar uat mslim. Dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai penceramah yakni, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Rancasari Drs Taufik Rachman, MM,
Dalam ceramahnya dosen di berbagai perguruan tinggi swasta di Bandung ini, banyak menyorot tentang perkembangan konstalasi umat Islam secara menyeluruh. Usai memberikan ceramah kepada Pelita, Taufik mengatakan, sebagai umat muslim kita tidak boleh hanya mementingkan keshalehan spiritual saja. Dengan mengabaikan keshalehan sosial, persoalan inilah barangkali membuat kita selama ini menjadi dekat tapi jauh.
Kita sebenarnya sudah capek, mendengar pemberitaan-pemberitaan di berbagai media yang memberitakan tentang konflik antar umat atau kelompok. Untuk itu, mari kita sama-sama mulai dari sekarang untuk meningkatkan kebersamaan umat jangan sampai ada lagi perbedaan diantara sesama muslim. Sebagai contoh kecil saja misalnya, yang satu sholatnya pakai qunut yang satunya tidak qunut hal itu hendaknya janganlah dijadikan perbedaan, ungkap Taufik.
Berkenan dengan telah dikeluarkannya Keputusan Komisi Fatwa MUI Pusat Nomor 03/Kep/KF-MUI/IX 2006 tanggal 04 September 2006 M/11 Sya`ban 1427 H tentang Lembaga Da`wah Islam Indonesia, Taufik menyambut baik, menurutnya dalam fatwa MUI tertuang tentang Islam Jamaah dan surat pernyataan klarifikasi dari Dewan Pimpinan LDII Pusat yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekjennya.
Dijelaskannya, dalam fatwa tersebut menetapkan LDII Pusat dapat menerima pernyataan klarifikasi yang menyatakan bahwa LDII telah menganut paradigma baru. LDII bukan penerus/kelanjutan dari gerakan Islam Jamaah serta tidak menggunakan ataupun mengajarkan ajaran Islam Jamaah. LDII tidak menggunakan ataupun menganut sistem ke-amir-an dan tidak menganggap umat muslim di luar kelompok mereka sebagai kafir atau najis, juga bersedia bersama dengan Ormas-Ormas Islam lainnya, untuk mengikuti landasan berfikir keagamaan sebagaimana yang ditetapkan MUI.
Dalam fatwa tersebut, MUI juga mengimbau agar klarifikasi dilakukan oleh pengurus LDII tingkat provinsi dan Kabupaten/ Kota, sebagaimana telah dilakukan oleh Dewan Pimpinan LDII Pusat kepada MUI Pusat. Agar segera mungkin Dewan Pimpinan LDII Pusat melakukan Munas/Mukernas dan membuat keputusan mengenai hal tersebut sehingga terjadi persamaan persepsi di LDII sampai pada tingkat yang terbawah.
Sementara, Wakil dari sesepuh Pimpinan Cabang LDII Kecamatan Rancasari Kota Bandung, H Sunarya, SH, MM, ketika dimintai komentarnya berkaitan dengan terbukanya kran paradigma baru LDII, ia sangat merespon, dan menyambut baik. Namun, katanya, itukan butuh proses, dan paradigma ini, menurut H Sunarya, sejak tahun 2005 dapat diwujutkan, terbukti dengan diprogramkannya keshalehan sosial yang telah menjadi program utama LDII. (
Misalnya, baru-baru ini kami telah membantu para siswa dari anak yang kurang mampu melalui beasiswa SD/SMP dan SMA. Juga membantu anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bentuk pemberian alat-alat permainan anak memberikan sumbangan kepada masjid dilingungan komplek Riung Bandung, serta melaksanakan perbaikan jalan untuk dihotmik di jalan Riung Mas dan Riung Mukti sepanjang 2.500 M2 membuat tong-tong untuk tempat samapah dan keranda atau kereta mayat. Dan semua yang dapat kami bantu itu bukannya jamaah dari LDII melainkan umat Islam secara menyeluruh yang berada di Riung Bandung, kata Sunarya.(ck-04)

(disunting dari: Harian Umum PELITA)

Sambutan Presiden SBY

Sebelum memulai sambutannya beliau dg nada santai mengatakan bhw
Soal rokok saya ikut LDII alias tidak merokok….. hadirin pd ketawa he he…

Ass wr wb
Pak Abdullah Syam dan kawan2 Ldii yg sy mulyakan, setelah kita merancang silaturrohim ini beberapa kali akhirnya hari ini bisa sy ucpkan tks bs bertemu
Sy atas nama negara dan pemerintah dan pribadi menyampaikan tks dan penghargaan atas pengabdian LDII selama ini sejak berdirinya thn 1972 harapan saya peran ldii terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

Kami ingin partnership bukan hanya di bidng dakwah tp juga bidang lain2 hingga dpt terwujudnya kesejahteraan bagi bangsa dan Bg ummat.

Sy mendorong kegiatanm dakwah untuk menyelamatkan ummat dari globalisasi dg mewujudkan kehidupan yg islami dan religius.

Sbg lembaga dakwah betul2 harus bisa nengajarkan yg sebenar2nya yg bersumber dari qur’an dan hadits. Manakala ada yg keliru mk segera diluruskan dg penuh tanggungjawab dan baik (maksudnya tdk anarkis). Disitulah keangungan islam

Bln maret yg lalu pertemuan puncak islam (bersama menag) di sinegal . Diadopsi piagam OKI sbg implementasi piagam mekah kita dianjurkan mengamalkan islam yg agung yg penuh dg kasih
Sayang, civilized harmoni dan toleran.

Negara2 OKI merekomendasikan u/terus melanjutkan agenda2 memperluas partisipasi politik, hak2 asasi, dan perangi korupsi. Piagam mekah dan piagam OKI relevan dg apa yg kita jalankan selama ini.

Saya ajak ldii Mari kita membagun negeri ini dg tegar,sabar, tawakkal

Saya mendukung apa yg disampaikan oleh ldii. Terus dilanjutkan. Itu adalah agenda yg sangat mulia kalau dilakukan luar biasa pahalanya.

Appresiasi LDII kpd pemerintah, itu sdh tugas pemerintah dan terus kita lanjutkan.

Saya ingin menyampaikan juga bhw banyak pemimpin dunia apakah dr islam atau non muslim sangat berharap peran indonesia dlm tata kehidupan dunia yg tenang. Indonesia dikenal sbg negara yg berpenduduk muslim moderat dg memiliki soft poewer dan tdk perlu hrs berperang dlm menyelesaikan suatu masalah. Kita menyelesaikan aceh, poso dg cara elegant dan. Bermartabat.

Dunia jadi nyaman dg peran kita maka mari LDII ikut berperan.

Forum ekonomi Islam sedunia yg diselenggarakan setiap tahun ketuanya tun musa hitam memberi kesempatan kpd indonesia sbg tuan rumah dlm world forum dan sy minta ldii diundang.(Presiden lsg memerintahkan kepada menteri agama)

Menggalang solidaritas muslim sedunia.

Islam, PS, NKRI, religius

Rajutlah kemitraan dan kerjasaama antara LDII dan pemerintah.

Dulu org bilang LDII iti eksklussif ternyata tdk$ Pak harto besar kontribusinya membangun LDII

Pakah 2009 mash maju?
Sy pernah ditanya ramadhan thn lalu jawaban saya saya akan lihat nanti pd saatnya setelah pemilu legislatif. Mana yg membawa kebaikan? Kalau membawa kebaikan saya akan maju. Dan kalau rakyat msh menghendaki, bismillah saya akan maju lagi.

Setelah sy renungkan bhw setiap pemimpin hrs sanggup menghadapi segala hujatan. Mk dg harapan membawa kebaikan sy siap maju.

Y memghormati bk dan pak harto. Karena ternyata membangun indo tdk ringan.

LDII Komunikasi dengan MUI

JAKARTA Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prasetyo Sunaryo mengakui pihaknya seringkali mendapat stigma sebagai Islam sesat. Oleh karena itu, untuk menepis anggapan sebagai Islam sesat pihaknya berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Upaya kita untuk hal itu melalui penerbitan (media massa red) agar supaya ada perimbangan,”kata Prasetyo di Jakarta, Sabtu, (21/6/2008).

Selain itu, LDII juga kerap melakukan silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Kita juga bersilaturahmi dengan sesama ormas Islam selain dengan MUI,” tegasnya.

Sementara itu, menyinggung saluran politik bagi LDII dalam pemilu 2009, Prasetyo menjelaskan pihaknya membebaskan kader LDII untuk memilih parpol yang dianggap sesuai dengan hati nuraninya. “Itu telah sesuai dengan keputusan Munas yang kita lakukan,”pungkasnya. (Iman Rosidi/Trijaya/uky)

(http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/21/1/120880)

Forum Islamic Center

Salah satu upaya dalam mewadahi dan membina kesatuan umat Islam adalah dibentuknya berbagai forum. Salah satunya adalah Forum Islamic Center. Forum Islamic Centre melaksanakan fungsi sebagai komunikator, mediator dan fasilitator dalam menampung aspirasi kerjasama umat yang dilaksanakan melalui berbagai institusi seperti musyawarah, rapat-rapat dan pertemuan atau halaqah ilmiah, dan sarana informasi lainnya. Fungsi tersebut dilaksanakan dalam bentuk program dan kegiatan pengurus pusat, wilayah, dan daerah sesuai dengan jenjangnya.   

Forum ini mempunyai visi menjadi wadah pembinaan keimanan dan akhlak, pengembangan keilmuan (fikroh), dan gerakan amar makruf nahi munkar menuju kesejahteran umat dan kejayaan bangsa. Sedangkan misinya antara lain yaitu:
(1) Memberikan pelayanan tafaquh fiddin dan dakwah Islamiyah;
(2) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas hidup umat;
(3) Memfasilitasi aktifitas bisnis syari`ah antar jamaah masjid;
(4) Meningkatkan kesejahteraan umat Islam Indonesia melalui optimalisasi fungsi-fungsi Islamic Centre.

Sedangkan tujuannya adalah Menjadikan masjid sebagai pusat peribadatan dan pengembangan keshalihan umat, Menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan peradaban Islam, Menghimpun dan meningkatkan potensi umat dalam rangka kerjasama pendidikan, sosial dan ekonomi umat, Membangun jiwa kejamaahan dan kepemimpinan dan Memberikan bimbingan dan arahan terhadap perjalanan bangsa menuju cita-cita negara adil, makmur dan sejahtera (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).

Forum Islamic Center sudah mempunyai banyak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Yogyakarta, NTB, Banten dan kota-kota lainnya. Sudah terbentuk juga Dewan Pimpinan Daerah seperti DPD Jakarta Utara, DPD Jakarta Timur, DPD Kulon Progo, DPD Sleman, DPD Bantul dan DPD-DPD lainnya.
Informasi lebih lanjut tentang Forum Islamic Center seperti ruang lingkupnya, sasarannya serta strateginya bisa diakses di http://forumislamiccentre.blogspot.com. Blog ini dikelola oleh Supporting Departemen Informasi dan Komunikasi FIC. Untuk pertanyaan atau komentar silahkan kontak ke ponsel Teddy Suratmadji di 081-7890-511 atau email ke tsuratmadji@gmail.com.

 

6 Tanggapan

  1. Alhamdulillah, pertolongan Alloh

  2. Benar-benar tak terduga!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. Alhmdlh……

    semoga LDII makin berkembang, aman, slamet ,lancar, dan sll sukse dalam sgla hal.

    amiiiiinn

  4. mugo2 allah paring kejayaan pada LDII

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: